Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Monday, March 16, 2015

Perajin Batu Akik Bisa Dapat Rp 3 Juta Sehari

Notatema Lase, pria berusia 33 tahun serta memiliki 1 istri dan 4 anak, memilih pekerjaan yang berdasarkan hobinya mengoleksi batu. Notatema lalu memilih menjadi penggosok batu.

Dia bisa menggosok batu menjadi batu cincin dalam tempo 30 menit. Sehari-hari, Notatema membuka lapak di galeri Batu Akik yang terletak di Pasar Ya’ahowu, Jalan Lagundri, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Tak hanya menggosok batu, dia juga biasa memberi edukasi bagi pemilik batu tentang tingkat kekerasan batu yang dimiliki serta memberi pengetahuan tentang batu yang dimiliki setiap pengunjung.

Setiap harinya, Notatema Lase yang hanya tamat SMA ini bergelut dengan batu, mesin gerinda, dan mesin penghalus.

Thursday, June 12, 2014

Nikah di Kantor Urusan Agama, Gratis


Jakarta, SMS - Aturan tarif Nikah bagi masyarakat di Kantor Urusan Agama (KUA) senilai Nol Rupiah, alias Gratis, akan berlaku terhitung Juni 2014. Saat ini, revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 tahun 2014 tentang Jeni
s Tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak dilingkungan Kementrian Agama, khususnya terkait biaya pencatatan nikah tinggal menunggu ditandatangani Presiden.
“ Menteri Agama akan segera paraf, setelah itu kita kembalikan ke Mensesneg untuk ditandatangani Presiden,” kata Inspektur Jendral Kementrian Agama (Irjen Kemenag), Muhammad Jasin, kepada wartawan, di Jakarta, baru-baru ini. “ Setelah Presiden menandatangani revisi tersebut, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan acuannya segera ditandatangani Menteri Agama, agar revisi itu bisa implementable pada Juni 2014,” tambah Jasin, seraya menyebutkan, bahwa sejak pembahasan pertama pada Desember 2013, rapat lanjutan revisi terus bergulir pada bulan-bulan berikutnya. “ Khusus pada April, sudah ada harmonisasi dengan Kementrian Hukum dan HAM, Kmentrian Keuangan, Menko Kesra, Kementrian Dalam Negeri dan Sekneg.

MUI, Muhammadiyah dan NU Harus Kaji Syiah

Jakarta, SMS - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menegaskan, ajaran Syiah harus dikaji oleh lembaga seperti Majelis Ulama Indoesia (MUI), Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Jika memang sesat, tegaskan sesat sehingga tidak menimbulkan polemic yang memicu konflik horizontal.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon, menanggapi pertanyaan wartawan di Jakarta, atas manifesto Gerindra bidang Agama, yang redaksinya menyebutkan, ‘Pemerintah/Negara Wajib Mengatur Kebebasan di Dalam Menjalankan Agama atau Kepercayaan. Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian Agama yang diakui oleh Negara dari segala bentuk Penistaan dan Penyelewengan dari ajaran Agama. Fadli menjelaskan, jika Gerindra memimpin, maka Gerindra akan meminta lembaga seperti MUI, Muhammadiyah, NU, dan lembaga lain yang berkompeten dalam Agama, untuk mengkaji ajatan Syiah, dan dari hasil kajiannya akan diambil kesimpuan dan dikeluarkan regulasi. “ Tiak bias seenaknya memaki Ummul Mukminin Aisyah atas nama demokrasi. Juga Umar bin Khatthab dan para sahabat,” tegas Fadli.
Dia mengakui, ajaran Syiah termasuk mengundang keresahan di masyarakat Indonesia. Maka itu penting untuk melakukan kajian, karena, kata Fadli, mungkin diantara Syiah itu juga ada yang tidak bertentangan degan ajaran Islam. “ Makanya kajian itu penting. Kalau lembaga-lembaga tersebut mengatakan sesat, ya, sesat. Kemurnian ajaran harus dijaga,” ujarnya. Sebab jika kebebasan Agama yang dijalankan dengan alasan demokrasi, tanpa peduli pada kemurnian Agama, maka akan muncul Nabi-Nabi baru. Dengan seenaknya orang mengaku Nabi begitu saja. Mau jadi apa masyarakat nanti, tentunya akan menimbulkan konflik horizontal kalau setiap saat ada nabi baru,” kata Fadli Zon, seraya menambahkan, dalam manifesto Gerindra, bukan hanya masalah Syiah, tetapi juga Ahmadiyah. Kalau sekiranya lembaga-lembaga yang berkompeten mengatakan sesat, ia sesat, karena ada juga Ahmadiyah yang ajarannya biasa-biasa saja, dan tidak mengakui Gulam Ahmad sebagai Nabi. Demikian juga Hindu, Budha dan Kristen,” paparnya. 
Ia menjekaskan, tidak ada intervensi dalam menjalankan ritual Agama, tetapi menjaga kemurnian Agama, karena ajaran-ajaran sesat sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Masih menurut Fadli, selama ini cukup banyak sekte-sekte yang dinilai menyimpang bahkan menista Agama yang ada. Dia mencotohkan, sekte Agama pimpinan Lia Eden, sekte Agama yang pimpinannya mengaku Nabi, atau semacam sekte Kristen di Indonesia yang sudah dilarang pemrintah awal tahun 1980, yakni Children Og God, atau semacam sekte di Amerika Serikat pimpinan David Koresh yang menggelar bunuh diri masal. “ Kita kan gak mau sekte-sekte seperti itu muncul di Negara ini,” jelas Fadli.
Hanya saja, Fadli juga menegaskan, pihaknya tidak mau mengguakan cara-cara kekerasan dalam menertibkan sekte-sekte yang dinilai sesat. Kalau pihaknya memerintah di Negara ini, akan sebatas menjadi fasilitator atas lembaga-lembaga Agama resmi di Indoensia, untuk selanjutnya Agama resmi itu yang akan memutuskan apakah sekte tersebut benar atau salah. “ Di Islam ada MUI, maka MUI yang akan memutuskan apakah Syiah atau Ahmadiyah sesat atau tidak,” turur Fadli Zon.(red/sms)

Wednesday, June 11, 2014

Siswi Alumni MAN Lulus Tes Bintara Polwan

Pangkalan Balai, SMS - Bersamaan dengan dinyatakan lulus Ujian Nasioal (UN) tahun 2014, Novita Anggraeni, alumni kelas XII IPA1 Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), juga dinyatakan lulus seleksi penerimaan anggota Polri untuk katagori Polisi Wanita (Polwan).
Menurut Wali Kelas XII IPA1 MAN Pangkalan Balai, Sri Rahayu S Pd, saat menyampaikan laporannya kepada Kepala MAN Pangkalan Balai, bahwa keberhasilan Novita Anggraeni dinyatakan lulus seleksi penerimaan Bintara Polri kagari Polwan, setelah yang bersangkutan mengikuti beberapa tahapan tes institusi kepolisian. Pada kesempatan yang sama, Sri Rahayu juga mengungkapkan, bahwa Novita, panggilan akrab Novita Anggraeni, selama menuntut ilmu di MAN Pangkalan Balai memang diketahui memiliki segudang prestasi, bahkan dinobatkan sebagai siswa Berprestasi pada pelepasan siswa kelas XII MAN Pangkalan Balai beberapa waktu lalu.
“ Tidak hanya itu, prestasi yang sudah diraih oleh Novita, yang juga pernah menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskribaka) Provinsi Sumatera Selatan tersebut, ia juga berhasil meraih peringkat ke-8 dalam tes seleksi Pengetahuan Umum, ditambah dengan prestasi ekstrakurikuler yang bagus serta fisik yang sagat mendukung, sehingga layak jika akhirnya dinyatakan lulus tes seleksi pada perimaan Bintara Polri sebagai Calon Polwan,” ujar Sri Rahayu.
Kepala MAN Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Hazdi, menyatakan apresiasi dan rasa bangga atas pretasi yang diraih oleh Novita Anggraeni, sebagai alumni Madrasyah yang dipimpinya bisa diterima menjadi anggota Polri ketika ia baru saja menamatkan pendidikannya. “ Dan yang perlu digaris bawahi, ketika Novita Anggraeni mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri, ia masih sebagai siswa kelas XII MAN  Pangkalan Balai. Artinya, ia dinyatakan lulus ketika baru saja mengikuti UN dan lulus,” jelas Hazdi, dengan rona terlihat bangga. “ Harapan kami ke depan, akan lebih banyak lagi alumni-alumni Madrasyah ini yang diterima menjadi anggota Polri maupun TNI, sehingga ilmu yang diperolehnya selama bejalar di MAN akan bermanfaat bagi Agama, Keluarga, maupun bagi Nusa dan Bangsa,” tambahnya.
Sementara itu di lain pihak, MIN 2 Model Palembang, menunjuk salah seorang siswinya, Eka Abidah, untuk mengikuti loma dokter kecil di aula Dinas Kesehatan Kota Palembang, dalam rangka persiapan kegatan pembinaan dokter kecil untuk pemilihan dokter kecil tingkat kota Palembang tahun 2014. Menurut Kepala MIN 2 Model Palembang, diwakili koordinatir pembina UKS Istiarti Sri Sadiah, pihaknya menunjuk Eka karena siswa tersebut di anggap berprestasi dan aktif selama mengikuti kegiatan pembinaan dari pihak Puskesmas. Sementara, guru pendamping peserta, Desi Miliance menerangkan, perlombaan berjalan ketat dimana setiap peserta harus memilih satu tema untuk di jelaskan dihadapan para juri. “Undian kemarin, anak kita dapat tema tentang kantin. Saya lihat dia bisa mejelaskan saat wawancara,” ujarnya.(red/sms)

Amin Rais: Jangan Pilih Capres Munafik

Solo, SMS - Amin Rais, Ketua Majelis Permusyawaratan Partai Amanat Nasional (MPP PAN), mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tidak memilih Calon Presiden (Capres) yang wataknya Munafik, sesuai dengan hadist yang disampaikan Nabi Muhammad Saw.
“ Kalau pilih Capres, hindari lah yang watak-wataknya munafik. Nabi Muhammad Saw bersabda, ciri-ciri munafk ada tiga. Kalau berbicara di berbohong. Kalau berjanji dia ingkar. Kalau diberi amanat, dia berhianat,” kata Amin Rais, pada rapat pemantapan tim pemenangan Prabowo-Hatta tingkat Provinsi Jawa Tengah, di hotel Sunan, Solo, baru-baru ini. Dari penjelasannya, Amin Rais berharap, masyarakat mengikuti pesan Nabi tersebut. “ Pertimbangkan itu betul-betul. Jangan sampai salah pilih sosok pemimpin yang jauh dari kemunafikan,” tegasnya. 
Sebelumnya, saat menyampaikan cerama singkat pada acara Tabligh Akbar Politik Islam dalam rangka Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw, di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,  Amin Rais mengibaratkan Pemilu Presiden 9 Juli mendatang sebagai Perang Baratayudha.” 9 Juli itu semacam Baratayudha politik. Ini agak serem,” ujar Amin Rais, yang saat ini menjadi salah satu tim sukse Prabowo Hatta juga mengungkapkan, bila ‘M’ alias modal yang dimiliki timnya kecil-kecilan. | Medianya kecil-kecilan, moneynya kecil-kecilan,’ ungkapnya. Meski demikian, lanjut mantan Ketua MPR RI itu, dia mengajaka supaya umat Islam berkhusnuzhan kepada Allah Swt. “ Khusnuzhan kita harus bulat, jangan ragu-ragu,” tutur Amin, sembari mengutif sebuah hadist qudsi ‘Ana Inda Abdi Dzanni’, pada acara Isra’ Mi’raj yang digelar oleh Pengajian Politik Islam dimotori KH A Cholil Ridwan, KH Abdul Rasyid AS, KH Syuhada Bahri dan KH Amliwajir Saidi.
Sementara itu, usai menghadiri acara yang sama, anggota Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Marwah Daud, terlihat berjalan bersama dengan istri Hatta Rajasa, Drs Oktonowati Ulfa Dariah Rajasa, ketika keluar dari Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Keduanya baru saja mengikuti Tabligh Akbar Politik Islam yang digelar dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw oleh Pengajian Politik Islam (PPI). Sebagaimana diketahui, bahwa Marwah Daud memang sudah mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Hatta. 
“Kami mendukung Prabowo-Hatta untuk memenangkan rakyat Indonesia. Bangsa ini Bangsa yang Besar. Kita harus berdaulat dan mandiri, agar Bangsa ii menjadi Mercu Suar Dunia, Indonesia Raya, Nusantara Jaya,” ujar Marwah, dalam pidato politiknya di depan Capres Prabowo, di Rumah Polonia, Jakarta, baru-baru ini. Ketua DPP Partai Golkar di era kepemimpinan Akbar Tanjung itu, memang dikenal memiliki basis pengikut yang sangat besar baik di kawasan Tmur maupun Barat Indonesia. Setelah tidak aktif lagi di Parlemen (DPR), Marwah Daud memimpin lembaga yang memberi motivasi kepada generasi muda se-Indonesia, yaitu lembaga Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan (MHMMD). Saat melakukan deklarasi dukungan bagi Prabowo-Hatta, Marwah membawa serta para relawan, yang katanya, tersebar di berbagai Provinsi dan sudah lama memimpikan pemimpin Indonesia baru.(red/sms)

Monday, June 9, 2014

Ogan Ilir Terima Bantuan Gubernur Rp.24,1 Miliar

Indralaya, SMS - Setidaknya adan 277 Desa dan 14 Kelurahan di 16 Kecamatan se-Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel), menerima Bantuan Gubernur (Bangub) Sumatera Selatan sebesar Rp.24,1 miliar.
Bantuan Gubernur tersebut, diserahkan oleh Wakil Gubernur (Wagub), Sumatera Selatan Ishak Mekki, mewakili Gunernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin SH, di gedung ‘Caram Seguguk’, sebutan lain Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, baru-baru ini. Sedangkan besarnya bantuan bagi masing-masing Desa dan Kelurahan Rp.100 juta, dimana dananya akan ditransper langsung ke rekening Kepala Desa (Kades) dan Lurah. Menurut Wagub Ishak Mekki, dalam kesempatan penyerahan Bangub, mengatakan, bahwa bantuan diberikan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk keperluan Desa atau Kelurahan yang penggunaannya disamping harus tepat sasaran juga harus dilaporkan, karena akan dimonitor oleh pihak Inspektorat baik tingkat Provinsi Sumatera Selatan maupun Kabupaten Ogan Ilir. 
“ Secara keseluruhan, untuk tahun 2014 Bantuan Gubernur kepada seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Sumatera Selatan mencapai sebesar Rp.323 miliar, dengan rincian sebesar Rp.100 juta bagi setiap Desa atau Kelurahan,” ujar Ishak Mekki. Masih menurut Ishak Mekki, selain Bangub bagi Desa dan Kelurahan, bantuan juga diberikan kepada para Petugas P3N (Petugas Pembantu Pencatat Nikah, red) berupa 1 unit sepeda motor, dimana bantuan itu diperuntukan bagi seluruh P3N yang berada di bawah Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Ilir.
 “ Bantuan diberikan untuk menunjang kelancaran bagi para P3N dalam menjalankan tugas-tugasnya melayani mesyarakat.  Ke dapan, kita berharap Anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan semakin besar, sehingga selain jumlah bantuannya bisa semakin meningkat, maka akan semakin banyak juga Tokoh Masyarakat, Pejuang, Tokoh Agama dan Ustazd yang bisa diberangkatkan menjadi peserta ibadah umrah gratis yang di biayai Pemrintah Provinsi,” jelas Ishak Mekki. Sementara Wakil Bupati (Wabup) Ogan Ilir, HM Daud Hasyim, dalam kesempatan yang sana menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan Gubernur Sumatera Selatan 
“ Alhamdulillah. Kita tentunya patut bersyukur mendapat Bantuan Gubernur sebesar Rp.24,1 miliar. Bantuan tersebut bias digunakan untuk kegiatan Karang Taruna, tambahan Penghasilan P3N, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), PKK dan lain sebagainya,” ujar Wakil Bupati, HM Daud Hayim. Ia menambahkan, bahwa untuk tahun 2014 Pemkab Ogan Ilir juga menggelontorkan bantuan bagi 241 Desa/Kelurahan, yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten dengan besaran Rp.75 juta untuk setiap Desa/Kelurahan. “ Bantuan bisa digunakan untuk pembangunan Sarana dan Prasanaran Pemerintah Desa, Perhubungan, Produski, Siskamling, Pembuatan TK, TPA, Siring, Jalan Desa, maupun BPD, yang kesemuanya bertjuan demi Kesejahteraan Masyarakat,” jelas Daud Hasyim.(red/sms)

Sunday, June 8, 2014

Anak Balita Meriahkan Lomba Paduan Suara

Indralaya, SMS - Ratusan anak-anak yang masih berusia di-Bawah Lima Tahun (Balita) yang berdatangan dari Enam Belas Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel), turut memeriahkan acara lomba Paduan Suara yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK, bertempat di gedung Serba Guna “Caram Seguguk’ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Ilir, Hj Fauziah Mawardi S Pd, pada acara tersebut, mengatakan, bahwa terselenggaranya lomba Paduan Suara berawal dari rasa keprihatinan penggerak PKK terhadap kurangnya kepedulian para pelajar terhadap lagu-lagu Nasional yang mimiliki makna penting. Manurutnya, mulai dari anak-anak hingga para remaja saat ini lebih hafal dengan lagu-lagu modern yang ditayangkan media elektronik. “ Kita betul-betu sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air di kalangan generasi muda sudah semakin berkurang,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Ogan Ilir, Hj Fauziah.
Ia menambahkan, saat ini juga sudah semakin jarang diadakan lomba lagu-lagu nasional, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. "Padahal, dengan adanya lomba tersebut bisa menumbuhkan kesadaran rasa nasionalisme untuk mencintai tanah air dalam jiwa anak sejak dini," katanya Hj Fauziah. Oleh karena itu, ia berharap agar guru-guru yang ada di Kabupaten Ogan Ilir dari semua tingkatan, dapat memberikan pemahaman akan arti nasionalisme terhadap para anak didiknya. Sementara Wakil Bupati (Wabup) Ogan Ilir, HM Daud Hasyim, pada acara yang sama, mengatakan, kegiatan lomba Paduan Suara bertujuan untuk mengenalkan lagu-lagu nasional agar anak-anak bisa memiliki rasa cinta terhadap tanah air. "Kami memyambut baik dan mendukung prakarsa Tim Penggerak PKK yang mengadakan lomba ini. Mudah-mudahan lomba ini sangat bermanfaat," ujar Wabup, singkat.
Dari pantauan wartawan, sorak sorai anak-anak Balita yang berasal dari berbagai penjuru se-Kabupaten Ogan Ilir dan terdiri atas beberapa kelompok, memang benar-benar mewarnai acara lomba Paduan Suara yang digelar oleh tim penggerak PKK tersebut. Para Balita, sebagaimana layaknya anak-anak kecil, terlihat begitu ceria dengan kemeriahan yang mereka lihat dan rasakan. 
Selain lomba Paduan Suara untuk tingkat anak-anak, tim penggerak PKK yang diketuai oleh Hj Fauziah Mawardi, juga menyelenggarakan lomba Paduan Suara untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat se-Kabupaten Ogan Ilir, termasuk menyelenggarakan lomba ‘Senam’ dan lomba Cepat-Tepat’ bagi para Lanjut Usia (Lansia). “ Kegiatan ini, diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan jiwa Nasionalisme dan  Patriotisme baik di kalangan anak-anak dan remaja, para Lansia, termasuk seluruh warga masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir yang sangat kita cintai,” jelas Ketua tim pengerak PKK, Hj Fauziah Mawardi, disela-sela acara.(red/sms)

Friday, June 6, 2014

Muba Juara Umum MTQ Sumatera Selatan

Sekayu, SMS - Tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke-26 tahun 2014, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), berhasil meraih gelar bergengsi sebagai Juara Umum dan berhak atas Piala Bergilir Gubernur Sumsel.
Penetapan Kabupaten Musi Banyuasin sebagai Juara Umum MTQ tingkat Provinsi Sumsel ke-26, diketahui setelah Dewan Hakim yang diketuai KH Nawawi Dencik Al Hafidz membacakan Surat Keputusan Nomor: 04/DH/KEP/MTQ/PROV XXVI/2014, tentang Kafilah Kabupaten Musi Banyuasin yang menyertakan 50 Qori dan Qori’ah, berhasil menduduki posisi puncak dengan nilai 65. Sedangkan peringkat ke-dua di raih oleh para Kafilah Kota Palembang dengan nilai 57, kemudian peringkat ke-tiga ditempati oleh para Kafilah dari Kabupaten Muaraenim dengan nilai 52.
Ketua Panitia Pelaksana MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan ke-26 tahun 2014, Bupati Musi Banyuasin, H Pahri Azhari, mengatakan, bahwa cukup banyak kegiatan yang dilaksanakan pada ajang MTQ tingkat Provinsi. Untuk itu, H Fahri Azhari berharap, kiranya ajang MTQ dapat mewujudkan Provinsi Sumatera Selatan yang Beriman, mengingat kegiatan keagamaan merupakan momen yang sangat penting untuk membangun daerah. “ Namun demikian, pelaksanaan MTQ tidak akan pernah sukses tanpa adanya dukungan seluruh masyarakat, termasuk media massa yang sudah begitu gencar mempublikasikan sehingga MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan ke-26 di Kabupaten Musi Banyuasin dapat berjalan degan baik. Oleh karenanya, izinkan kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak,” ujar Bupati.
Sementara itu menurut Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Ihak Mekki, pada kesempatan yang sama, menyebutkan, bahwa pelaksanaan MTQ sangat banyak manfaatnya terutama dalam pembangunan mental dan spiritual, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Sebab dalam pelaksanaan MTQ bukan hanya sebatas memahami Al Quran dan ayat-ayatnya, tetapi lebih dari itu harus juga mengetahui isi dari kandungan Al Quran itu sendiri sebagai pedoman kehidupan sehari-hari. “ Oleh karenanya, harapan kita kepada para Qori dan Qori’ah yang mengikuti MTQ, kiranya dapat mendalami dan memahami makna dari isi Al Quran untuk kemudian memberikan pelajaran kepada orang-orang yang ada disekelilingnya, kata Ishak Mekki. “ Dalam suatu kompetisi MTQ, menang atau kalah bukan masalah, karena yang terpenting adalah pengembangan dan pendalaman terhadap kandugan Al Quran bisa terus dilakukan,” tambanya.
Sebagaimana diketahui, kepada para pemenang di ajang MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan ke-26 tahun 2014, diberikan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp.3,5 juta, dan khusus untuk Juara Umum mendapatkan bonus dari Bupati Musi Banyuasin sebesar Rp.5 juta. Bagi para juara, nantinya akan mengikuti seleksi untuk dikirim mewakil Provinsi Sumatera Selatan di ajang MTQ tingkat Nasional yang akan dilakanakan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan ke-26 tahun 2014,  ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Ishak Mekki, bertempat di Gelanggang Remaja Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Pada acara penutupan yang berlangsung dengan meriah tetapi khidmat tersebut, panitia menampilkan berbagai kesenian yang sempat memukau para undangan,(red/sms)

Ketua MUI Menentang PDIP Mematai Khatib

Jakarta, SMS - Ketua Majelis Ulama Indonseia (MUI) Pusat, KH Cholil Ridwan, menentang upaya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menginstruksikan kadernya Memata-Matai para khatib Jum’at untuk memantau kemungkinan adanya ‘Kampanye Hitam’ di dalam masjid.
Sikap PDIP yang mau menjalankan aksi Intelijen terhadap masjid-masjid tersebut, dinilai Kiai Cholil sebagai warisan Orde Lama (Orla) dan Orde Baru (Orba) untuk mengembalikan Indonesia ke Era Otoriter, dimana saat itu khatib di masjid selalu diawasi dan bahkan harus mendapat persetujuan pihak keamanan. Bahkan Kiai Cholil menegaskan, bahwa kelompok yang memata-matai khatib adalah musuh Islam. "Dan umat supaya sadar bahwa partai yang memata-matai khatib adalah musuh Islam dan musuh umat Islam," tegas KH Cholil Ridwan, melalui pesannya yang dikirim kepada media Suara Islam Online, baru-baru ini.
Kiai Cholil juga menghimbau, agar umat Islam tidak memilih Calon Presiden dari Partai yang memusuhi umat Islam. "Oleh karena itu jangan pilih Capresnya. Pilihlah Capres yang didukung oleh empat partai Islam," pesan Kiai Cholil. Sementara itu, sebelumnya, salah satu anggota tim sukses Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, tidak menampik bahwa timnya menjalankan aksi intelijen untuk mengawasi adanya kampanye hitam dalam khotbah Jumat di masjid. Seperti telah tersebar di jejaring sosial twitter, Ketua DPC PDIP Jakarta Timur, sudah menginstruksikan anak buahnya yang Muslim untuk mendatangi salat Jumat dan mengawasi para khatib.
Dilain pihak, di tempat terpisah, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kendatipun berada dalam koalisis PDIP yang mengusung Capres Jokowi dan Cawapres Jusuf Kalla, ternya mengambil sikap berbeda dengan teman koalisinya itu. Bila PDIP sudah  menginstruksikan kadernya untuk menjalankan salat Jumat dan mengawasi khatibnya, Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, menyatakan, pengawasan khutbah Jumat tidak perlu dijalankan namun ia menghimbau para khatib untuk lebih menjaga isi khutbahnya. "Memata-matai khutbah itu tidak perlu, kurang kerjaan. Tapi kita perlu menghimbau para khatib tidak memanfaatkan khutbah untuk menyebar kebencian," kata Muhaimin disela kunjungan ke Balai Besar Latihan Ketransmigrasian, di Yogyakarta.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, mengatakan, tindakan pengawasan masjid akan menimbulkan kesan adanya fregmentasi sosial di tengah-tengah masyarakat. "Selain itu, bisa juga menimbulkan kesan seolah-olah para khatib selama ini dijadikan sebagai agen politik dari suatu kepentingan politik tertentu. Padahal, fungsi masjid adalah tempat suci dimana orang berupaya mendekatkan diri pada sang pencipta. Saya khawatir, ini bisa dilihat masyarakat sebagai upaya pengembalian rezim otoriter dengan masuknya intervensi ke rumah-rumah ibadah" kata Saleh, kepada para wartawan, juga ditempat terpisah dan waktu berbeda, di Jakarta Sedengkan salah seorang anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan terhadap masjid-masjid karena dikhawatirkan jadi tempat kampanye hitam. "Karena memang serangan kepada Jokowi-JK di masjid-masjid sangat intensif," kata Eva, seperti dikutip RMOL.(red/sms)